BELA DIRI PENCAK SILAT: Definisi, Perlengkapan, Variasi dan Kombinasi Teknik
Ditulis Oleh: Alvin Wildanul Fitroh
A. Definisi Pencak Silat
Olahraga bela diri pencak silat adalah olahraga asli dari indonesia yang kini sudah dipertandingkan hingga tingkat Asean, Asia, bahkan Kejuaraan dunia. Pertandingan pencak silat mulai dilaksanakan secara nasional dan dimasukkan dalam acara Pekan Olahraga Nasional (PON) pada PON ke VIII di Jakarta pada tahun 1973.
Pencak silat juga merupakan hasil budidaya manusia indonesia untuk membela dan mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritas (kemanunggalan) terhadap lingkungan alam dan sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup dalam meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (IPSI- KONI).
● Unsur-Unsur Yang Terdapat Dalam Pencak Silat.
Unsur-unsur yang terdapat dalam pencak silat, antara lain:
1) olahraga,
2) kesenian,
3) bela diri,
4) pendidikan mental kerohanian, serta
5) persaudaraan menuju persatuan.
B. Perlengkapan Yang Dibutuhkan Pada Pertandingan Pencak Silat.
Banyak sekali perlengkapan yang harus disiapkan untuk pertandingan pencak silat. Berikut, penjelasan lengkapnya:
1. Perlengkapan Gelanggang Pencak Silat.
a) Gelanggang dapat di lantai dan di lapisi matras tebal 5cm, ukuran 10m X 10m, warna dasar hijau terang dan garis putih setebal 5cm, bidang berbentuk lingkaran diameter 8m, lingkaran tengah 3m.
b) Meja dan kursi pertandingan.
c) Meja dan kursi wasit dan juri.
d) Formulir pertandingan dan alat tulis menulis.
e) Jam pertandingan, gong, dan bel.
f) Lampu babak.
g) Lampu isyarat berwarna merah, biru, dan kuning.
h) Bendera kecil berwarna merah dan biru.
i) Timbangan.
j) Lain-Lain sesuai dengan perlengkapan yang dibutuhkan.
2. Perlengkapan Bertanding Pencak Silat
a) Pakaian: menggunakan pakaian pencak silat berwarna hitam dan bersabuk putih, serta badge IPSI disebelah kiri.
b) Pelindung badan (bodyprotector) warna hitam sesuai standar IPSI.
c) Pesilat putra menggunakan pelindung kemaluan (Genetile Protector).
d) Gum Shield, dan
e) Pelindung sendi.
C. Variasi dan Kombinasi Teknik Pencak Silat
1. Pembelajaran Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar Pukulan.
a) Persiapan
Posisi awal: Berdiri
Kedua: lengan mengepal didepan dada dan kedua telapak kaki membentuk sudut 90°.
b) pelaksanaan
(-) Rendahkan kedua lutut ke samping bersamaan kedua lengan dipukulkan kedepan.
(-) Langkahkan kaki kanan kesamping bersamaan lengan kanan menyikut kesamping, lakukan dengan gerakan yang sama kesamping kiri.
2. Variasi Gerak Dasar Kuda-Kuda, Pukulan Depan dan Tendangan.
a) Persiapan
Posisi awal: Berdiri
Kedua: lengan mengepal didepan dada dan tumit dirapatkan, dan ujung-ujung kaki membentuk sudut 90°.
b) Pelaksanaan
(-) Kaki kanan dilangkahkan ke kanan bersamaan dengan memukulkan tangan kanan, lengan lurus kedepan, disikukan ke belakang dan kembali dipukum kedepan.
(-) Lakukan tendangan dan tangkisan menggunakan kaki kanan.
(-) Kembali pada posisi awal.
3. Variasi Teknik Dasar Tangkisan Satu Tangan, Langkah, dan Kuda-Kuda.
a) Tangkisan Luar.
b) Tangkisan Dalam.
c) Tangkisan Atas.
d) Tangkisan Bawah, serta
e) Tangkisan siku dalam.
4. Pembelajaran Variasi Gerak Dasar Tangkisan Satu Tangan Dengan Siku, Langkah dan Kuda-Kuda.
a) Tangkis siku luar (tinggi).
b) Tangkis siku dalam (tinggi).
c) Tangkis siku dalam (rendah), dan
d) Tangkis siku luar (rendah).
D. Aktivitas pembelajaran Variasi dan Kombinasi Teknik Dasar.
1) Individual.
Melakukan gerak rangkai, teknik dasar tangkisan, langkah, dan kuda-kuda secara berpasangan atau kelompok dengan koordinasi yang baik.
2) Secara Berpasangan.
a) Persiapan.
(-) berdiri saling berhadapan.
(-) Posisi awal: Berdiri.
Kedua: tumit dirapatkan, dan ujung-ujung kaki membentuk sudut 90° serta kedua tangan mengepal didepan dada.
b) pelaksanaan.
(-) orang pertama melakukan tendangan depan dan yang lainnya melakukan tangkisan tutup depan.
(-) Lakukan tendangan dan tangkisan menggunakan kaki kanan dan kiri (bergantian).
Demikian Artikel mengenai Bela Diri Pencak Silat.
Terima kasih.
(Sumber: Wiradihardja, Sudrajat, dkk.2017.Paket Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.Jakarta:Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbanh, Kemendikbud)
Komentar
Posting Komentar