Peningkatan Anggaran Pendidikan 2020

Ditulis oleh: Eka Nurjana Hartia Ningsih.

Upaya meningkatkan SDM Indonesia menghadapi tantangan global itu adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Menkeu menyebut APBN dan kebijakan fiskal sangat berpengaruh untuk peningkatan kualitas SDM dan pendidikan.

Pidato Presiden Republik Indonesia mengenai Nota Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 menyebutkan anggaran pendidikan pada 2020 sebesar Rp 505,8 triliun. Angka ini hanya meningkat 2,7% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 492,5 triliun. Padahal, peningkatan pada 2019 mencapai 11,3%.

Meskipun kenaikannya tidak setinggi sebelumnya, alokasi anggaran pendidikan tetap dipertahankan pada 20% dari total belanja negara 2020 yang sebesar Rp 2.528,8 triliun. Pemerintah berharap anggaran pendidikan ini dapat membangun kemampuan dasar anak-anak Indonesia, mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan dasar. Terutama dalam kemampuan literasi, matematika, dan sains.

Jokowi juga berharap, anggaran tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, sehingga tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang pendidikannya tertinggal. Menurut Jokowi, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara berurutan sejak pendidikan dasar. Di usia dini, pendidikan dasar diharapkan bisa meningkatkan kemampuan literasi dari anak.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut hasil
alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBN tidak memuaskan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani saat menjadi pembicara di acara seminar Kemenko Perekonomian di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

"Sekarang hampir 10 tahun mengadopsi 20 persen anggaran pendidikan di APBN. Namun hasilnya tidak sebesar seperti di Vietnam," ujarnya.

"Dari tes-tes yang kami dapatkan, jelas hasilnya tidak memuaskan seperti yang diharapkan," sambung dia.

Kualitas pendidikan yang dihasilkan masih belum sebanding dengan uang yang dikeluarkan pemerintah. Kualitas tersebut tercermin dari skor The Program for International Student Assessment (PISA) yang diterbitkan oleh organisasi negara-negara maju (Organization for Economic Co-operation and Development/OECD).

Sebagai gambaran, skor PISA digunakan untuk mengukur tiga indikator kualitas pendidikan, yakni; kemampuan matematika, ilmu sains, dan membaca. Sri Mulyani mengatakan skor PISA Indonesia masih rendah.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menilai, perlu adanya perbaikan dalam penggunaan alokasi dana pendidikan. Hal ini penting agar hasil yang muncul lebih baik.

Sumber:
1) Sukmana, Yoga.2019
https://money.kompas.com/read/2019/08/09/162702626/sri-mulyani-anggaran-pendidikan-20-persen-dari-apbn-hasilnya-tak-memuaskan
2) Novelino, Andry.2019
https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20190312142919-532-376533/sri-mulyani-kecewa-dengan-pengelolaan-anggaran-pendidikan
3) Purbaya, Angling Adhitya.2019
https://m.detik.com/news/berita-jawa-tengah/d-4635770/anggaran-pendidikan-2019-rp-4925-t-60-untuk-gaji-dan-tunjangan-guru
4) Jayani, Dwi Hadya.2019
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/08/16/2020-anggaran-pendidikan-hanya-naik-27
5) Friana, Hendra.2019
https://tirto.id/jokowi-anggaran-pendidikan-2020-capai-rp5058-triliun-egp7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL BAHASA JAWA: Pengertian, Struktur, dan Jenis-Jenis

KOMUNIKASI MELALUI TELEPON: Pengertian Hubungan Telepon, Jenis-Jenis, Dan Hambatan- Hambatan Dalam Bertelepon

PENYIMPANAN ARSIP SISTEM SUBJEK: Pengertian, Daftar Klasifikasi, serta Kelebihan dan Kekurangan Sistem Subjek